Ibrahim bisa merasakan kecanggungan yang tiba-tiba terasa. Pada akhirnya dia memberitahu dari mana asalnya dan ayah Najma tampaknya tidak percaya dengan apa yang baru saja dia katakan. “Jadi Nak Ibrahim memang sudah kenal Najma dari kecil.” Anton mengangguk negerti. Jelas dia tidak tahu Ibrahim siapa karena saat dulu dia masih menjadi suami Winda, Winda tidak pernah ingin pulang ke kampung halamannya itu dan hal itu membuatnya hanya tahu keluarga mertuanya saja. “Ya bisa dikatakan begitu. Saya harap Bapak tidak masalah dengan asal saya.” Ibrahim takut jika ayah Najma sama seperti Najma yang ingin pergi dari masa lalu, termasuk tidak ingin dekat-dekat dengan orang kampung. “Tentu tidak, kenapa saya harus mempersalahkan asal Nak Ibrahim? Saya malah senang dan merasa tenang karena

