Bab 68

1882 Kata

“Gue enggak bisa jelasin sekarang.” Najma menoleh ke belakang di mana sekarang Ibrahim sudah tidak terlihat lagi. “Gue mesti ikutin dia ke taman samping.”   “Gue kira urusan lo udah selesai loh.”   Najma merengut sedih, dia menggeleng. Urusannya dengan Ibrahim baru akan selesai setelah ujian tengah semester   “Ya udah, gue ke sana dulu ya.”   Viona memeluk Najma. “Ya udah, moga enggak terjadi apa-apa.”   Keduanya berpisah, mereka berjalan menuju arah yang berlawanan. Langkah kaki Najma tampak gontai. Dia tentu tidak akan bertenaga jika harus dihadapkan dengan Ibrahim. Tenaganya akan lebih banyak terkuras jika dia bersama Ibrahim. Sayangnya tabrakan itu membuatnya menjadi terikat dengan Ibrahim.   Langkah kaki Najma terhenti di depan tangga. Dia melirik ke bawah, kemudian menghe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN