Hati Max mencolos ketika jawaban itu keluar dari mulut Shayla. Max mendengus, "kau benar-benar penipu yang handal." "Kau pikir aku tidak lelah harus berpura-pura mencintaimu dibawah pengkhianatanmu itu? Kau pikir aku bisa menerima semuanya setelah apa yang kau dan Angela lakukan kepadaku?! Aku tidak sebaik dan se-ikhlas itu menghadapi semua kenyataan ini, Max!" Napas Shayla memburu, kedua tangannya terkepal erat ketika Max hampir saja kembali menamparnya, tapi gerakan tangan Max terhenti karena Angela yang datang ke ruangan kerja Max. "Max, aku mohon, hentikan." Lirih Angela. Shayla menolehkan kepalanya, dirinya makin terisak ketika mendapati Lily dalam dekapan Angela dan Clary yang ketakutan berada di belakang Angela. "Rafe!" Max berteriak kencang dihadapan Shayla dan lainnya. "Rafe!

