Lily sudah tertidur dari tiga jam yang lalu, tapi Max masih belum tertidur. Max berdiri di depan kaca besar yang terdapat di ruang utama kamar hotel, melihat jalanan kota London dan London eye yang berpendar indah pada malam ini. Max kembali menyesap kopi instant buatannya, lalu tersenyum tipis mengingat Lily yang kegirangan ketika dapat melihat keindahan kota London dan London eye dari kamar ini. Lily memang anak kelahiran London, berwajah khas orang barat, tetapi Lily menjadi benar-benar turis saat kemari. Karena enam tahun berada di Indonesia dan tidak pernah keluar negeri atau keluar kota atau pulau manapun membuat Lily tidak tahu apa-apa selain Bali dan sekitarnya. Bahkan bahasa inggris Lily tidak kental berlogat british seperti Max dan Jasper. Logat bahasa inggris Lily cenderung

