Kalau biasanya Max selalu di sibukkan oleh penandatanganan tentang berbagai macam tender yang berhasil dan penyetujuan penanaman saham oleh perusahaan Jasper, maka lain hal-nya pada akhir-akhir ini. Bukan berkas yang membuat hati Max senang dan berkas yang menyiratkan pundi-pundi uang yang akan datang, melainkan berkas penurunan saham, kerugian, dan penurunan omset pendapatan dari perusahaan properti milik keluarga Jasper. Max memijat pelan kepalanya yang berdenyut sambil membaca beberapa berkas itu dan kemudian menandatanganinya juga. "Kau sepertinya butuh ini, brother." Max mendongakkan kepalanya, melihat Ethan yang menyengir riang dan kemudian menaruh cup berisi hot americano coffe untuk Max. "Kau masuk seperti hantu, Ethan. Aku tidak mendengar langkahmu." Max menutup salah satu be

