Shayla hanya diam sambil melihat Max yang sedang berbicara dengan Bryan-- sekertaris pribadi Max. Max kelihatan aneh selama seminggu ini. Terlihat sedikit uring-uringan, mudah emosi bila di kantor, dan hal-hal lainnya. Tetapi di depan Shayla yang saat ini sudah menginjak kandungan 9 bulan, Max selalu bersikap baik dan menuruti semua keinginan Shayla-- termasuk, tidak berhubungan lagi dengan Angela. "Kau melamun lagi." Shayla mengerjapkan matanya, lantas tersenyum kepada Max yang saat ini sudah bersimpuh dihadapannya sambil mengelus perut Shayla yang besar. "Aku ingin ikut, Max..." Shayla kembali membujuk, dan Max menggelengkan kepalanya. "Aku akan berangkat sendiri ke Jepang, Shay. Aku tidak ingin kau ikut dan terdapat kemungkinan besar bahwa kau akan melahirkan di Jepang." Max terta

