Untuk pertama kali dalam hidupnya, Max merasakan seperti apa rasanya waktu berhenti dalam dunia ini. Ketika Max menggendong tubuh mungil yang hangat itu, kulitnya meremang dan tangannya bergetar. Dan ketika putri kecilnya itu membuka matanya untuk menatap Max pertama kalinya, baru Max merasakan detik demi detik terasa terhenti, suara di sekitarnya terhenti, gerakan orang-orang terasa tak begitu berarti di sekitarnya. Saat gadis kecilnya menatap tepat kearah Max dan menguap kecil, Max balik menatap putri kecilnya yang memiliki warna bola mata hazel seperti milik Shayla. Max tertawa kecil, setitik air mata menetes dari matanya. Tetesan air mata bahagia karena dia memiliki anak, karena dia sudah menjadi seorang Ayah untuk peri kecilnya. Baru setelah anaknya menangis lagi, dunia Max serta

