Max memang tidak tahu kenapa Shayla yang Max anggap masih marah dan benci kepadanya, tiba-tiba saja pada malam itu menghubungi Max dan meminta Max untuk datang ke rumah-sakit yang didatangi Shayla. Max khawatir, dia cemas karena Shayla mengatakan bahwa wanita itu ada di rumah sakit. Apa yang terjadi? Shayla baik-baik saja bukan? Setidaknya itu adalah beberapa pemikiran Max yang buruk. Tapi ketika Max berlari menyusuri lorong rumah-sakit yang sepi, dan menemukan Shayla yang sedang bersandar pada salah satu dinding sambil memainkan ponsel, gerakan kaki Max melambat. Yang tadinya berlari karena panik menjadi lebih tenang dan berjalan dengan mantap kearah Shayla. Shayla tidak menyadari kehadiran Max sampai kemudian dia merasa seseorang menarik tubuhnya dan mendekapnya dengan erat. Shayla

