EIGHTEEN

1444 Kata

Kelopak mata Shayla terbuka perlahan ketika dia merasakan cahaya matahari menembus tirai transparan dari jendela besar di kamarnya. Shayla masih terdiam di posisinya. Berbaring ke kanan dan menatap kosong ke bantal di sampingnya. Seprai kasur yang ditiduri Shayla sudah berantakan karena percintaan panas mereka semalam. Mengingat itu, air mata Shayla kembali menetes perlahan, kembali membasahi bantal, sama seperti tadi malam. Saat Max merengkuhnya, mencumbunya, dan menyentuh setiap bagian tubuhnya, Shayla merasa kosong. Sudah tidak ada lagi perasaan bahagia, memiliki, dan perasaan puas. Kini Shayla tahu, dia hanyalah objek semu bagi Max. Objek semu yang hanya digunakan lelaki itu untuk kepuasan materil dan hasrat lelaki itu. Shayla terisak perlahan, meremas selimut yang menutupi dadan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN