Hana sejak tadi nampak gelisah dan gugup di tempat duduknya di sisi Erkan. Tidak biasanya ia seperti ini dan itu tentu menyita perhatian Erkan yang serius mengemudikan kendaraannya. " Are you okay, baby?" tanya Erkan lalu meraih telapak tangan Hana yang kini terasa sangat dingin dalam genggamannya. " No... Aku nggak baik-baik aja" ucap Hana cemas. Erkan menciumi punggung tangan Hana dan tersenyum lembut. " Tumben banget bisa gugup kayak gini. Biasanya cool banget. Santai aja kali sayang. Toh yang sebagian orang takutin tuh nggak bisa buat bosnya terkesan, nggak bisa cukup baik di mata bos, dan takut di pecat. Tapi kamu, bos kamu malah suami kamu. You've pretty impressive. Dan aku nggak akan mecat kamu. So just relax.." " Justru itu...Aku nggak mau kalau aku sampe bikin kesalahan yang

