Cakra yang mendengarkan penuturan dari sang istri tampak langsung meraih kedua tangan Risma dan menggengamnya dengan kedua tangannya. “Jangan dulu, kita harus menyembuhkan luka hatinya dulu,” ucapnya dengan lembut. Pria paruh baya yang masih terlihat tampan itu berusaha membujuk agar sang istri jangan gegabah dalam menjalankan rencana mereka berdua bersama dengan sahabat baiknya. Dia tidak ingin dengan sikap gegabah sang istri mengakibatkan rencana yang telah mereka susun sejak lama menjadi berantakan. “Tapi Mami nggak tega melihat dia bekerja dan terkadang sampai pulang malam karena harus lembur,” jawab Risma dengan wajah sendunya. “Semua butuh proses, Mi, biarkan saja seperti ini dulu ya,” bujuk Cakra kembali dengan lembut. Risma yang tampak sedikit sedih karena mendengar kondisi A

