Part. 44

1495 Kata

CLEK. Suara pintu terbuka membuat Auris dan Yusuf menatap ke arah pintu. Di sana papa Auris masuk menggunakan pakaian formalnya. Yusuf yang melihat kedatangan mertuanya jadi canggung sedetika. Bagaimana tidak, terkahir pertemuan mereka tidaklah mengenakan. Mau tidak mau Yusuf mendekat dan menyalami papa mertuanya. Dan papa mertuanya menyambut uluran tangannya dengan baik. Apa mertuanya sudah tidak marah lagi? Itulah yang ada dipikiran Yusuf. Auris menatap Papanya dengan pandangan tidak suka, sudah dua bulan terlewati bukannya ke sini baru sekarang papanya datang. Tapi walaupun begitu Auris tidak menghempaskan tangan Papanya yang mengelus kepalanya. "Bisa kamu ke luar sebentar," Yusuf jadi merasa jika papa mertuanya berucap untuknya, karena di kamar ini hanya ada Auris dan Yusuf. Ti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN