Part. 42

1445 Kata

Sebelum baca vote dulu. *** "Dan apa perlu gue mati dulu, biar lo cinta sama gue?" Yusuf terdiam dan mengenggam besi ranjang tempat Auris berbaring dengan kuat. Perasaannya jadi tidak karuan saat Auris berkata seperti itu. "Yaudah kasih ke orang aja,"" ucap Yusuf pelan. "Gue keluar dulu, nanti jam makan siang bakalan balik lagi." Yusuf memegang tangan Auris sebentar, lalu langsung ke luar dari ruangan Auris, ia hanya takut jika tidak bisa menahan amarah dan malah memarahi Auris lagi. Rasanya Yusuf sudah sangat banyak menimbun masalah kepada Auris. "Mau ke mana? Di sini aja." Langkah Yusuf langsung berhenti, ada perasaan senang saat Auris menyuruhnya tetap berada di sampingnya. "Tadi Ibu bilang, kalau lo udah pulang jangan di suruh pergi dulu." Yusuf mengangguk dengan malas, rupan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN