"Ris bangun udah di panggil pakek toa tu sama Ibu Ira." Adel menggoyang-goyangkan badan Auris agar segera bangun, tapi bukannya bangun Auris malah bergumam tidak jelas dan kembali memeluk baju yang sudah di buat memanjang seperti bantal guling. "Udah lah biar aja dia tidur. Gue yakin si Auris nggak bakalan bisa bangun, karena tadi malam dia telat tidurnya." Balas Mia dengan mata yang masih memerah dan tangan yang memegang liptin. Kalau bukan karena Adel yang membangunkannya sudah sangat dipastikan Mia akan bangun ke siangan. "Tapi kan Auris kalau dihukum bisa berabe. Dia kan hamil Mi." Balas Mia dengan mengecilkan nada suaranya saat menyebutkan kata 'hamil'. "Ohya gue lupa. Anjir lah, masih nggak nyangka gue, mereka bisa berbuat begitu. Gue jadi penasaran rasanya. Lo penasaran nggak?"

