Part. 48 (End)

1042 Kata

*** "Bangun Ris," Yusuf mencoba membangunkan Auris yang sejak tadi sangat sulit di bangunkan, padahal sudah jam 8 pagi. Setelah subuhan mereka memang tidur kembali. "Ris," Yusuf mengelitik kaki Auris dan percuma Auris tidak kunjung ingin membuka mata. "Em," Auris hanya bergumam dan malah memeluk Yusuf dengan erat. Yusuf dapat merasakan hembusan nafas pelan Auris di lehernya, ia membiarkan Auris untuk memeluknya. Auris semakin ingin terus melanjutkan tidurnya saat usapan tangan Yusuf dipunggung Auris semakin menyenangkan. Rasanya ini semua hanya mimpi bagi Auris, dan Auris tidak ingin bangun dari mimpi indah ini. Semua yang ada di kehidupan Auris saat ini membuat Auris jadi merasa gelisah sendiri, Auris takut jika orang ia sayangi akan pergi. Yusuf mengeser badan Auris agak menjauh,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN