“Rafli ajak aku nikah, Pa,” ujar Zee pada papanya. Malam ini mereka merayakan ulang tahun Zee di salah satu restoran ternama. “Apa?” Zee menoleh dan mendapati mamanya yang baru saja kembali dari toilet. Kenapa sebentar sekali? Zee kan awalnya ingin cerita kepada papanya saja kali ini. “Rafli ngajak kamu nikah?” Mamanya mengulang kembali ucapannya Zee untuk memastikan pendengarannya. “Ya, Ma. Cuma nggak tahu, apa dia benar-benar serius atau nge-tes aku aja.” “Jangan terlalu percaya sama— “ “Serius dia itu.” Papanya Zee menyahut. “Dia udah minta restu sama papa. Dan dia juga katanya juga udah beli rumah. Papa udah lihat ke rumahnya juga, diajak sama dia waktu itu. Lucu, dia belum renovasi rumahnya karena nunggu calonnya dulu, biar istrinya nanti yang desain, begitu katanya.” “Hah?” Z

