Malam sudah larut menyisakan kesunyian. Ratna masih duduk di sisi pembaringan Jia. Setelah makan malam, ia tak berpaling sedikit pun dari sisi putrinya. Pintu kamar terbuka, yang membuat perhatian Ratna sejenak teralihkan. Adrian baru saja masuk selepas menidurkan Jio, setelah bercerita tentang banyak hal. "Kamu tidak istirahat?" "Aku mau menjaga Jia. Dia akan menangis saat terbangun." Adrian meraih sebuah kursi dan duduk di hadapan Ratna. Tangannya terulur, merapikan rambut yang berada di sekitar wajah dan menyelipkannya ke belakang telinga, dan hal itu membuat Ratna berdebar. Dalam hati bertanya, ke mana Adrian Baskara yang dulu sangat membenci dirinya dan kerap menghinanya dengan kalimat yang kasar? "Setidaknya kamu juga harus istirahat. Lihat, wajahmu sudah mulai pucat. Aku yan

