Ratna sudah merasa jauh lebih tenang sekarang. Putrinya kini sudah mendapatkan penanganan dari beberapa dokter spesialis anak. Ratna kini hanya bisa berdiri sambil menatap kosong ke arah Jia yang sedang di tangani beberapa dokter dari balik jendela kaca. "Ma..." Panggilan lirih Jio membuat Ratna tersadar dari tatapan kosongnya. Pikirannya yang sempat melambung jauh kini seolah kembali mengisi raganya. Ia masih memiliki Jio yang juga membutuhkan perhatiannya. "Apa, Sayang?" Ratna berjongkok di hadapan Jio lalu memangkunya agar bisa ikut melihat Jia di balik jendela kaca. "Jia pasti sembuh lagi kan, Ma? Jia pasti kembali baik-baik saja kan?" Pertanyaan Jio membuat Ratna semakin merasa bersalah. Ia merasa sudah lalai dalam menjaga Jia, sehingga Jia bisa kabur dari rumah dan akhirnya ter

