Bab 34

1014 Kata

Sinar matahari yang hangat menembus kaca jendela besar di ruangan itu. Di bawah balutan selimut Ratna menggeliat pelan. Menutup matanya dengan lengan ketika cahaya matahari terasa menyilaukan. Adrian yang begitu sensitif dengan gerakan langsung terbangun ketika merasakan sesuatu yang bergerak-gerak di sisinya. "Sudah pagi ya?" ucap Adrian dengan suara parau. la membenarkan posisi berbaring hingga menyamping. "Lepaskan aku, aku mau bangun." Ratna berusaha melepas pelukan Adrian, tapi Adrian justru semakin mengeratkan pelukannya. "Sebentar lagi, Sayang. Biarkan aku memelukmu dulu, bukankah ini masih terlalu pagi?" Adrian membuka mata, menatap wajah polos Ratna dengan senyuman dan berakhir dengan kecupan manis di kening, kelopak mata kanan dan kiri, kemudian menuju bibir. Namun, tiba-

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN