Jam menunjukkan pukul 05.00 WIB. Disya duduk di ranjang Orlando, lalu tangannya melepaskan kain yang menempel di dahi Orlando. Setelah itu, ia mengecek suhu tubuh Orlando yang ternyata suhu tubuhnya lumayan menurun. Lalu, Disya kembali mengompres dahi Orlando. Ditatapnya wajah Orlando dengan lekat, diusapnya bahu Orlando dengan pelan. "Cepat sembuh, Bang Olan, Disya sayang Bang Olan." Sebelum pergi dari kamar Orlando, Disya mencium pipi Orlando--yang masih terlelap--sambil memejamkan matanya. Setelah itu, ia pergi menuju rumahnya melewati balkon Orlando. Setelah ia sudah masuk ke dalam kamarnya, Disya langsung bergegas ke dapur untuk membuat bubur untuk Orlando. Saat tiba di dapur, ternyata bundanya sedang memasak nasi goreng buat ayahnya, Kenzo, dan dirinya sendiri. "Pagi, cantik. T
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


