Rencana

834 Kata

            Ada yang berbeda di pagi ini dengan Renata. Gadis itu bangun lebih pagi tanpa menunggu Zian membangunkannya dan berulang kali Zian memergoki Renata melamun. Bahkan ketika di sekolah pun juga begitu. Zian sebenarnya tidak ingin peduli dengan apa yang terjadi dengan gadis itu, namun dorongan penasaran membuatnya terus memperhatikan Renata.             Zian kembali dibingungkan dengan Renata yang dipanggil oleh guru BK ke ruangannya. Setahunya istrinya itu tidak melakukan keonaran.             “Renata di panggil ke ruang BK buat urusan pemilihan universitas kok,” Ucap Audri yang tiba-tiba berada di sebelah Zian seakan-akan bisa menebak pikiran Zian.             Zian hanya diam, mengingat-ingat apakah istrinya itu pernah mengutarakan mau masuk universitas mana. Namun nihil, Ren

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN