Bagi Zian bangun sebelum adzan subuh, mandi dan bersiap-siap ke masjid adalah rutinitas sehari-hari yang ia lakukan. Namun kini ia mulai menambahkan aktifitas barunya yaitu menyiapkan sarapan untuk dirinya sendiri dan gadis menyebalkan bernama Renata. Zian benar-benar tidak habis pikir, bagaimana bisa ada seorang manusia bernama Renata dimana dirinya itu sama sekali tidak memiliki kelebihan yang membuatnya terkagum. Mungkin ada satu, yaitu konsisten gadis itu mengejar dirinya. Namun tetap saja bagi Zian itu adalah hal yang sangat menggaknggu dan menyebalkan. Ia tidak menyukai Renata, bahkan berniat menyukainya saja sama sekali tidak. Renata itu berisik, cerewet, aneh, tidak pintar, sering membolos pelajaran matematika, makannya banyak, suka ambil makanan

