Susan membuka pintu dan Marife langsung menghampiri Marissa yang baru saja datang. Ia melewati Marife dan menghempaskan tubuhnya di sofa. "Wanita itu sangat senang bisa merebut Zach darimu dan pesta pertunangannya sangat ramai. Selama ada di sana aku selalu menahan diri agar tidak memukulnya di depan banyak orang. Akhirnya aku menumpahkan minuman pada gaunnya dan aku sangat puas." "Aku tebak pasti sangat marah,"kata Marife. "Iya dia memang sangat marah." Marissa tersenyum puas. "Apa mereka tidak mencurigaimu kalau kamu bukan aku?" "Tenang saja. Tidak ada yang curiga bahkan Zachary pun tidak tahu kalau aku bukan Marife. Seharusnya dia bisa mengenaliku kalau aku bukan Marife, karena dia sudah cukup lama mengenalmu." "Mungkin Pak Zachary tidak benar-benar tulus mencintaimu. Dia bahkan

