Bertemu Prof Usman

1109 Kata

Kami menuju ruang administrasi pukul satu siang, menyelesaikan segala sesuatu yang perlu untuk diselesaikan. Berada di ruangan yang sangat tertutup, dengan satu cahaya lampu. Di semua sudut ruangan terhias buku-buku tebal. Di atas meja, tertumpuk beberapa tugas mahasiswa, dan satu globe . Tak lupa ada sebuah bingkai foto di sana, yang menghadap ke si empu ruangan. Aku dari tadi menatap semua yang ada di ruangan ini. Menatap semua yang ada sembari kenerka-nerka apa makna dari semuanya. Menelisik pikiran orang lain adalah hal yang menjadi sebuah kegemaran. “Saya kesini dengan adik saya Prof, ini Shella Zahra Assyafa,” ujar Yek Ali memulai sebuah pembicaraan. Aku tersenyum sembari mengangguk penuh takdzim. Aku tak bisa menatap sekali pun wajah beliau. “Ohh, Shella?” tanya Professo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN