Hatiku gusar. Di antaraperasaan yang tidak bisa menentu. Antara cemas dan gugup. Antara khawatir dan sedih. Perasaan semua itu menyergap begitu saja. Di dalam mobil, ada satu perempuan yang setidaknya membuat diriku lebih merasa aman. Dalam hati aku hanya bisa berdzikir. Memperbanyak sholawat atas nabi Muhammad. Semoga semuanya dilancarkan. Masuk ke dalam sebuah kantor, di dalamnya, aku bisa melihat Yek Ali yang sedang bersitegang dengan salah seorang yang bertugas di sana dengan menggunakan Bahasa Arab fusha yang begitu lancar. Di sisi yang lain, Gus Rahmat diinterogasi. Mereka berdua cukup serius ditanya. Aku bingung, jika nanti harus ditanya dengan pertanyaan yang tidak bisa kumengerti atau ada kesalahan menjawabnya. Aku orang baru di tanah ini. “Indonesia?” tanya salah seorang pol

