Ada banyak alas an yang tidak masuk akal yang seringkali diberikan Yek Ali terhadapku yang sebenarnya juga masih belum banyak paham tentang tanah Kairo ini. “Kamu nanti biar beli flat saja ya, atau mau nempatin flatnya Yek Ali, kemungkinan besar Yek Ali akan pindah di tempat Yek Ali akan bekerja, gimana?” tanyanya kepadaku saat kami berada di sebuah tempat di depan pintu masuk dalwa. di depan gerbang. “Sepertinya Shella nyaman di sini Yek. Toh di sini banyak teman dari Indonesia juga,” ujarku membuat sebuah alas an. Jika berhadapan dengan Yek Ali sebenarnya tidak perlu repot-repot aku membuat sebuah alasan, karena dirinya akan membuat alasan yang jauh lebih banyak lagi. Dan kadang aku melupakan jika dirinya khasyaf. “Dan teman yang kamu piker akan membuat kamu aman itu, yang tidak ak

