Taman yang cukup sepi. Aku duduk di bawah pohon beringin. Udara sore yang berhembus, membuat hijab yang kupakai melambai-lambai. Angin di sini bertiup dengan sangat kencang. Sepulang dari universitas, aku langsung ke taman yang telah disebutkan oleh Abi Ameena. Aku lebih baik menunggu daripada ditunggu. Karena itu membuat hatiku lebih nyaman. Tidak lama, sekitar sepuluh menit dari kegiatanku yang hanya menikmati pemandangan hijau yang ada di depanku, seseorang anak kecil datang dengan berlari. Memanggil diriku dengan panggilan khasnya. “Ami … “ Ameena dengan setelan gamisnya berwarna nude dengan cadar yang menutup sebagian wajahnya juga itu, membuat aku takjub. Di, belakangnya, seseorang dengan membawa tongkat penyangga tubuh berjalan dengan hati-hati. Abi Ameena belum sembuh total. Set

