Bibi Fatima

1026 Kata

Akhirnya, sebuah makanan terhidang di depan kami. Sepiring sate kambing. Memang aneh, ketika aku menemui makanan dari negaraku, di restaurant semewah ini di Kairo. “Kamu mahasiswa juga di Al Azhar?” tanya Bibi Fatima. “Pengalaman dicuri dompetnya?” tanyaku. “Salah satunya,” jawab Yek Ali sembari memakan makanannya. “Kamu kecopetan?” tanya Bibi Fatima terkejut. Dan aku tersenyum sembari mengangguk. “Innalillahi wainnailaihi rajiun,” “Tenang saja Bi, semuanya kembali, ada seorang pemuda yang menolongku,” kataku. “Alhamdulillah, saya terkaget mendengarnya,” ujar Bibi Fatima, dan aku tersenyum. “Laki-laki di kota ini memang seperti itu Shella, jangan terkaget. Makanya kalau bisa, kalau bisa yah ini, kamu di sini punya body guard, ya, sekadar kenalan seseorang yang bisa kamu percaya. Ok

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN