"Senang kamu, Bella?" Bella yang mendengar nada tak bersahabat dari suaminya pun sontak berhenti. Ia terkejut melihat Sakti di ruang tamu. Padahal, seharusnya lelaki itu sudah berangkat ke kantor sejak satu jam yang lalu. "Loh, Mas, kok belum ke kantor? Udah jam sembilan lebih loh," sapa Bella, berusaha bersikap seolah tak terjadi apa-apa. Sakti memijat pangkal hidungnya. Ia benar-benar lelah menghadapi Bella - tidak tahu lagi harus berbuat apa. "Lihat deh, Mas! Aku belikan kamu ikat pinggang bagus banget. Kamu pasti suka!" Bella segera membongkar salah satu paper bag miliknya, yang memang berisi ikat pinggang sebagai oleh-oleh untuk sang suami. "Bohong kalau kamu bilang kamu tidak tahu apa yang terjadi, Bella," sinis Sakti. "Mas, ada apa, sih?" protes Bella. Ia tak suka Sakti bicara

