Hancur. Bahkan Ersya seakan lupa bagaimana caranya untuk tetap hidup setelah apa yang terjadi lima hari yang lalu. Ya. Waktu berjalan begitu lambat, hingga Ersya bisa merasakan dengan jelas tiap-tiap detik yang mengikis kewarasannya. Ia sudah melakukan apa pun yang ia bisa. Ia dan Mama Arini telah mendonorkan darah mereka untuk Sora, karena saat itu pasokan golongan darah B sedang kosong. Namun, Sora masih belum juga melewati masa komanya. “Hey,” sapa Ersya. Suara pria itu terdengar berbeda setelah ia hampir setiap malam menangis. Terkadang ia juga lupa untuk mengisi perutnya. Tak heran jika selama lima hari ini, fisiknya pun cukup banyak mengalami perubahan. Ersya mengganti bunga yang ada di meja, meski sebenarnya bunga itu belum bisa dikatakan layu. Ia menggantinya setiap hari, dengan

