part 14

846 Kata
Kejadian 13 tahun lalu membuat dewi trauma dan dewi pun sembuh setelah kandungan nya beranjak 7 bulan karena nia lah yang telaten mengurus dewi dan kandungan nya sekarang niken aurora wijaya tumbuh menjadi pintar dan mandiri. Di sekolah kedatangan tamu yang tak lain adalah bram yang tanpa sengaja melihat niken sedang membaca buku manajement akuntansi sehingga membuat bram binggung “anak SMP kok bacanya buku kuliah” sapa bram ke niken dan “wah anak ini mirip sekali dengan niko saat kecil hanya ini versi perempuan” bram memandangi niken dan hati nya terus bertanya Tanya. “maaf pak saya lebih suka buku seperti ini dari pada yang lain lebih nyaman” niken bangun dari tempat duduk nya, “wah hebat sekali bapak banyak loh buku seperti ini kalau suka baca nanti bapak akan titip ke ibu cindy” kata bram sambil tersenyum “niken mau pak, buku niken sudah 3x di baca dan semua soal sudah niken kerjakan” niken bersemangat “baik besok bapak titip ke ibu cindy ya untuk niken kan nama nya” bram berjalan meninggalkan niken “terima kasih pak saya niken” niken tersenyum riang. “lukas coba kamu selidiki tentang niken yang sekolah di mentari” bram berbicara dengan seseorang di benda pipih nya, tanpa di sadari supir bram mendengarkan pembicaraan bram dan memberanikan diri berbicara “ maaf pak yang bapak maksud niken anak nya cantik ya suka baca buku di bawah pohon” yudi berbicara “ kamu tahu yud” bram pun mulai semangat mendengarkan nya “ kalau gadis itu terkenal paling pintar dan cantik pak, bapak rian suka saya lihat makan bakso bersama niken pak mereka terlihat akrab” yudi menjelaskan. “rian sudah menyelidiki nya” “sepertinya belum pak karena saya hanya melihat mereka suka makan bakso bahkan sesekali pak rian ijin ajak niken ke mall yang saya ketahui bahwa niken lah yang membantu pak niko dan pak rian saat menyelesaikan proyek apartement” yudi menjelaskan panjang lebar. Bram hanya tersenyum dan makin penasaran dengan niken. Saat di kantor niko dan rian masih berkutik dengan beberapa proyek gagal mereka dapatkan dan itu membuat perusahaan merugi “AAAH kenapa sech kok sampai 6kontrak yang gagal” niko mengusap muka nya dengan kasar, “sabar ya ko, ini juga kita kita pada bantu kok, biar selesai dan kita engga merugi” rian menyemangati niko. Di perusahaan niko mulai terdengar desas desus yang tidak enak di telinga akibat kegagalan 6 proyek sekaligus. Sedangkan di sekolah “niken ini berkas yang harus di berikan di wijaya grup ini laporan bulanan prestasi murid jadi jangan di buka ya” ibu cindy tersenyum ke niken “siap bu, saya sama pak ujang ya” niken pamit ke ibu cindy dan berangkat ke wijaya grup bersama pak ujang. “siang kak, mau ke bagian adm ya saya niken dari sekolah mentari” niken memberikan identitas nya dan mengambil kartu akses agar bias masuk, saat di lantai 7 ruang adminitrasi terdengar suara rian yang sedang marah akibat 6 proyek yang gagal dan di minta untuk revisi, niken masuk ke ruang bu wati dan menaruh map yang ia bawa “siang bu, ini dari bu cindy” kata niken meletakan map nya di hadapan bu wati yang sedang berkutik dengan revisi 6 proyek yang gagal, “aduh niken kenapa sekarang kasih nya saya sibuk sekali” bu wati terlihat kesal saat niken memberikan map nya, “bu ini coba di cek ulang revisi nya” salah satu bagian adm menaruh beberapa map di atas map niken, niken yang dari tadi melihat rian marah sangat takut karena ia jarang sekali melihat rian marah selama ini. “niken ini map nya di bawa lagi ya minggu depan kamu bawa lagi di kantor lagi banyak masalah jadi saya belum bisa cek” bu wati menjelaskan dan memberikan map yang paling atas di meja nya, “baik bu kalau gitu saya pamit terima kasih” niken keluar ruangan bu wati dan sedikit berteriak “om rian jangan marah marah nanti ketampanan nya hilang” serentak semua karyawan yang ada melihat niken yang tersenyum sambil melambaikan tangan nya ke rian. “niken nanti kita makan bakso lagi ya” rian melambaikan tangan nya dan niken hanya memberikan jempol nya menandakan setuju. Saat sampai di sekolah karena bu cindy sudah pulang dan pintu ruangan nya pun di kunci niken membawa map tersebut ke kamarnya, “apa ken itu” Tanya ayu ke niken saat menaruh map kuning di atas meja nya “ini map punya bu cindy mau di antar ke wijaya grup tapi karena sedang sibuk jadi di suruh bawa lagi” niken menjelaskan.”ken diriku mau tidur yaa karena diruku sangat lelah tadi pelajaran PJOK harus lari 20 kali lapangan” kata ayu sambil tersenyum “baiklah bilamana dirimu sudah lelah silahkan beristirahat” niken pun membalas dan di sertai tawa mereka, ayu pun tertidur dengan cepat, saat merpaihkan buku untuk pelajaran yang berantakan tanpa sengaja niken menjatuhkan map kuning tersebut niken pun tersenyum melihat nya dan langsung tanpa arahan dari siapa pun membaca dan mengerjakan nya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN