part 6

1115 Kata
“Pak ujang maaf ya telat tadi saya salah lift” kata niken menghampiri pak ujang yang sudah stand by di motor nya, “niken maaf ya niken bisa naik taxi online engga untuk ke sekolah karena istri pak ujang sudah melahirkan bapak mau buru buru pulang”, “baik pak siaaap saya bisa naik taxi kok selamat ya pak hati hati” niken melambaikan tangan nya saat pak ujang mulai mengendari motor nya, niken duduk di halte yang berada tepat di depan Gedung Wijaya grup sudah 30menit niken duduk menunggu taxi tapi tidak ada yang kosong selalu saja ada penumpang nya. “Niken” panggil seseorang dari mobil yang berhenti di depan niken, “iya pak bagaimana hasil meeting nya” tanya niken menghampiri niko yang ada di dalam mobil, “hasil nya luar biasa kamu benar benar sukses membuat bapak terkejut”, niken hanya tersenyum sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal, “niken mau kemana bapak antar” lalu kaca belakang mobil terbuka terlihat ririn sekertaris niko pun ikut sehingga niken pun masuk ke dalam mobil, “niken mau pulang ke bandung tapi sudah siang gini rasanya bakal sampai malam jadi niken mau ke asrama aja pak biar besok pagi niken pulang nya”, “wah kebetulan kita mau ke bandung untuk ketemu mr.lee bagaimana kalau niken ikut nanti bapak antar ke rumah niken” tanya niko sambil menepuk punggung rian teman dan rekan kerja niko, “apa tidak merepotkan pak rumah saya agak masuk ke dalam loh jauh” kata niken ragu “engga apa ken kan tadi sudah bantu kita ya kan rin, ian” kata niko kepada ririn dan rian dan di jawab dengan anjungan jempol. Pukul 6 sudah sampai bandung, “pak maaf boleh saya pinjam hp mau telp mama kasih tau kalau saya sudah di bandung” tanya niken ragu ke niko, “boleh kok ini silahkan” niko memberikan benda pipih ke niken dan niken pun menekan no telp panti, “halo ini niken mama ada”  kata niken “ada kak ini lola tunggu ya lola panggil dulu”, terdengar suara jeritan memanggil mama dewi “halo sayang kamu di mana tadi mama dapat kabar dari ibu tiar kalau niken pulang tapi kok belum sampai juga” incar dewi ke niken “iya ma tadi setelah di suru ibu cindy antar dokumen niken mau pulang tapi ternyata sudah siang jadi ini niken ikut Wijaya grup ke bandung kebetulan mereka ada urusun ma jadi aman yaaa kangen nya di tahan ya ma” jawab niken sambil tersenyum “ini kamu pakai telp siapa”, “niken pakai telp no bpk ceo Wijaya grup ma okey ya sudah hati hati ya” sambungan pun terputus. “Niken bapak ada meating jam 7 bagaimana niken ikut sebentar nanti setelah selesai langsung bapak antar, baik pak” jawab niken sambil memegang perut nya yang terasa lapar, mobil pun berhenti di sebuah hotel, di depan karyawan dan direktur hotel sudah berdiri di depan saat niko masuk semua mengucapkan salam dan mempersilahkan niko dan yang lain nya masuk ke dalam restoran, “pak rudi siapkan 1 meja ya dan semua yang gadis ini pesan tolong di siapkan” perintah niko ke pak rudi direktur hotel tersebut, “baik pak mari silahkan ikut saya” ajak pak rudi ke niken, “pak rudi sediakan meja nya di samping meja saya ya jangan jauh jauh”, sambil berjalan masuk ke restoran “baik pak” jawab pak rudi. “Hello mr.lee sorry for waiting” kata niko menjabat tangan mr.lee kolega nya, “it’s okay I just arrived too” jawab mr.lee sambil menjabat tangan niko, mereka pun makan malam Bersama dan membahas kontrak pembangunan mall di malang, setelah selesai dan kontrak pun di setujui dan di tanda tangani, “mr niko, your daughter is very beautiful, her eyes and smile are just like you” kata mr.lee sambil melihat dan tersenyum ke arah niken dan niken pun membalas senyum ke mr.lee, “sorry she’s not my daughter she’s one of the studens at the Wijaya grup school” jawab niko sambil berfikir kalau mata niken memang sama seperti nya. “I think she’s your daughter because her face is almost same as yours” kata mr.lee sambil berpamitan dan pergi meninggalkan restoran. “Rian bisa tolong antar niken pulang ke rumah nya saya masih ada urusan dan ririn tolong kirim email kontrak tadi ke wati biar dia yg urus”, “baik pak” ririn menjawan dan hanya ancungan jempol yang di beri rian ke niko, “niken maaf ya niken pulang Bersama bpk rian dulu tenang dia sudah jinak kok dan bila pak rian nakal dia engga tahan kalau di kelitikin okee” niko duduk di depan niken sambil menatap niken dengan seksama, “baik pak tenang aja saya bisa karate kok tante saya sudah sabuk hitam dan saya juga sudah menguasai Teknik nya” jawab niken tersenyum sambil melirik rian yang tertawa mendengar ucapan niken, “permisi pak niken pulang dan terima kasih” niken memberikan tangan kanan nya dan niko pun menyambut nya tapi bukan bersalaman yang niken berikan tapi niken mencium punggung tangan niko dan niko pun terdiam dengan jantung yang berdetup kencang. Selama perjalanan “ken jangan panggil pak ya ke saya emang tampang nya uda tua tah” tanya rian ke niken sambil melirik kaca sepion menihat niken yang sedang melihat ke arah jendela, “jadi niken panggil apa donk masa panggil kakak” niken pun tertawa dan rian pun tersenyum panggil “om aja ya biar di orang kira niken itu keponakan jadi engga jatoh pasaran kalau panggil bapak di kira niken anak saya lagi” mereka pun tertawa, “niken orang tua nya dari mana kok niken seperti blasteran” tanya rian sambil memutar music di mobil, “mama blasteran sunda china klo papa niken sudah meninggal om”, wah pantes cantik mama nya aja blasteran” rian sambil melihat wajah niken yang terlihat berubah. “Om sudah sampai itu panti tempat tinggal niken”, tunjuk niken ke rumah bercat biru muda dengan halaman yang luas, “okeee tuan putri sampai…om langsung ya ken mau ketemu pak niko nich dia uda wa” sambil tunjukin layer gawai nya dan di balas anggukan oleh niken, terima kasih om sambil melambaikan tangan nya, “nikeeeeen mama kangen” teriak dewi menghampiri niken dan memeluk niken erat, rian yang sudah menjalankan mobil nya tiba tiba berhenti saat mendengar dewi teriak “kok seperti kenal ya suaranya” dalam hati rian sambil melihat kearah belakang, namun tidak terlihat jelas karena yg terlihat hanya bagian belakang tubuh dewi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN