part 8

446 Kata
Setiba nya di asrama niken bertemu ayu dan mereka pun berpelukan dan langsung masuk ke kamar setelah berpamitan dengan nia, nia berjalan menuju warung bakso di dekat asrama saat nia sedang memesan bakso ia melihat niko keluar dari asrama dan itu pun membuat nia kaget “itu niko bukan ya ah engga mungkin kan niko sudah meninggal saat di London” itu info yang dia dapat nia berbicara sendiri. Di panti nia menceritakan ke dewi bahwa ia melihat seseorang yang wajah nya mirip dengan niko, “yang bener kak….andai saja benar dewi mau dia kenal putri nya tapi kata ibu lidya niko kecelakaan saat di London dan jenasah nya tidak dapat di kenali sehingga di makamkan di sana ini dewi dapat wa nya dan foto nya” kata dewi sambil menitikan air mata, “mungkin aja mirip” kata nia mengkuatkan dewi, “kamu engga mau kenalkan niken ke nenek dan kakek nya wi biar niken juga tau loh keluarga ayahnya” nia memberi solusi ke dewi agar memperkenalkan niken ke keluarga niko terutama orang tua niko bagaimana juga niken masih cucu mereka”, dewi hanya terdiam karena ia tanpa bicara. “broo gimana mau jalan engga uda bulukan ogut liat sekolah terus kantor sama proyek terus ke mall nyook” rian melikik niko saat sedang menggendarai mobil nya, “ engga lah mau pulang aja cape loh “ niko mengendorkan dari di lehernya. Rian hanya diam dan tetap konsentrasi dalam mengendarai mobil berwarna putih tersebut, “ian gimana masa hamper 12 tahun engga ada kabar dari dewi” niko melirik rian “iya sorry orang kepercayaan kita selama ini uda keliling Indonesia untuk mencari dewi serta nia kakak nya tapi nihil” rian menepikan kendaraan nya tepat di depan pagar rumah berwarna hitam.     “Niko kamu tidak mau menikah lagi” tanya lidya ke niko yang baru saja pulang dari kantor baru saja masuk pintu “ma uda berapa kali tanya hal seperti ini apa engga bosen tah” kata niko datar dan langsung mengambil air minum di dapur, “kamu engga kasian mama dan papa sudah mau menimang cucu” lidya duduk di hadapan niko , “kalau mama mau cucu kenapa mama mengusir dewi ma” niko mulai sedikit mengeraskan nada bicara nya, “dia itu tidak cocok sama kita status nya pun jauh di bawah kita niko, mama kenalin sama anak teman mama ya sherly atau juni dia cantik dan berpendidikan tidak seperti dewi gadis murahan” kata lidya menatap niko dan niko hanya berdiri dengan tangan mengeras “sabar niko itu mama sendiri” niko bicara dalam hati dan pergi meninggalkan mama nya yang sedang kesal melihat anak nya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN