"Apa? Perusahaan Papa bangkrut? Nggak mungkin! Enggak mungkin, kan? Kenapa bisa seperti ini?" "Kesalahan Papa. Perusahaan merugi terus menerus dan beruntung perusahaan Dion sudah membeli sebagian saham perusahaan kita Franda. Tanpa perusahaannya Dion, perusahaan kita akan bangkrut. Kita sudah tidak seperti dulu Franda. Kamu harus mengerti ya ...." Franda menggeleng kuat. Kabar itu rasanya telak menghantam segalanya. Rasa sesak dalam hati menyeruak begitu saja. Ingin rasanya marah, tetapi ia tidak tahu ingin meluapkan segala emosinya pada siapa. "Enggak! Nggak mungkin. Papa bercanda kan? Enggak mungkin." "Mungkin saja Franda." Deg. Suara itu mampu membuat Franda berbalik menatap sosok pria muda di balik pintu rumah keluarganya. Senyum tipis terpancar di sudut bibir Arsen saat memasu

