“Papa, ayo ke Nenek!” Pagi-pagi sekali Damian sudah diributkan oleh anak-anaknya yang membangunkannya. Perlahan ia membuka mata, melihat kedua anaknya sudah rapi dan sangat harum. “Kalian aja sana! Papa ngantuk.” Dia menggeliat kemudian anak-anak tidak menyerah untuk mengajaknya. “Papa, ayo!” Damian mengacak rambutnya kemudian bangun dari tempat tidurnya. Setiap hari dia selalu diributkan oleh si kembar. Apalagi nanti akan ada anak yang lainnya. Begini hidupnya setiap hari. “Ya Papa mandi dulu.” Anaknya mengangguk cepat. “Cepetan, Papa!” Dia masih malas untuk mandi pagi. Sedangkan di sana dia melihat istrinya sedang memasukkan baju yang sudah disetrika. “Ma... nyetrika?” “Nggak, Pa. Tadi asisten yang setrika kok. Mama cuman bantuin masukin ke sini aja.” Damian melanjutkan langkahnya

