Suasana pagi di rumah orang tuanya Fiona seperti biasanya nampak disibukkan dengan kegiatan masing-masing. Satria yang sibuk dengan tugasnya di kamar, sementara mama sibuk masak untuk makan siang nanti. Kakek dan neneknya sedang beristirahat, sedangkan papanya sedang berada di tempat kerja. Papanya kembali bekerja lagi usai di terima di hotel yang dikatakan waktu itu. Satria malah senang ketika papanya punya kegiatan lain. Bisa mengisi waktunya dengan baik. Rini—mamanya Fiona keluar dari dapur menyajikan makan siang untuk keluarganya. Baru saja remaja itu keluar dari kamarnya dengan keadaan sangat lapar, “Satria, kamu kenapa nggak pernah petik kelapa lagi buat kakak kamu? Bagus buat kehamilan lho.” “Anu, Ma. Mama nggak tahu aja aku manjat waktu itu malah lihat orang lagi ciuman.” “Teta

