SERATUS DUA PULUH EMPAT

1703 Kata

“Daaaaaah Onty.” Si kembar melambaikan tangannya ketika Sherin pulang dijemput oleh papanya Damian. Adiknya juga lumayan dekat dengan si kembar sampai mau main ke sini. Damian juga senang kalau Sisil mengajak Sherin main ke rumahnya. Sebelum pergi Sherin mencium si kembar dan juga Damian. “Besok main lagi, ya!” Damian mengusap kepala adiknya. Langkah mereka bertiga mulai menjauh. Sisil juga yang digandeng oleh papanya Damian dan si kecil yang tidak mau digendong dan memilih untuk berjalan kaki. Seperti bunga sakura yang bermekaran, terlihat indah di setiap jalan di Jepang sana. Salju yang putih bersih dengan butiran kristalnya yang indah. Begitulah yang mampu dia gambarkan melihat ketiga orang yang berjalan menjauh dari rumahnya menuju mobil yang terparkir di halamannya Damian. Sekal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN