Setelah bertemu dan menyampaikan apa yang dia inginkan kepada Evan, Sela kemudian pamit untuk pulang. Untung saja Evan bisa membuat Sela percaya padanya bahwa suatu saat nanti ia akan menikahi Sela. Padahal belum tentu juga Evan akan memenuhi janjinya pada Sela. “Cieee yang lagi pusing disuruh lamar anak orang hahaha,” ucap Lola meledek Evan. “Mending kamu diem aja deh. Kakak lagi pusing nih,” ucap Evan. Lola menjawab, “Kemarin aku diem kakak nyuruh ngomong, giliran aku udah ngomong, kakak malah nyuruh diem.” “Makannya kamu perlu tahu kapan waktu yang tepat kamu harus ngomong dan kapan waktu yang tepat kamu harus diem. Paham kan maksud kakak?” tanya Evan pada Lola. “Iya-iya. Aku bisa kok sesuai sama apa yang kakak mau selama ada ininya,” ucap Lola memberikan kode minta uang. “Dasar m

