28. Cemburu

1947 Kata

Author POV Diminggu pagi ini, matahari tak pernah lupa untuk melakukan tugasnya membawa cahaya penerangan untuk kehidupan. Langit pun begitu cerah. Eshan yang libur bekerja menemani istrinya di rumah. Meskipun tak bisa bertemu, tetapi setidaknya ia tidak merasa khawatir seperti saat Aqila berada di rumah sendiri. Tok… Tok… “Aqila? Kamu sedang apa?” “Sedang membaca buku mas.” “Ini sarapannya sudah jadi. Kamu makan dulu ya?” “Mas Eshan yang masak?” “Iya. Aku taroh depan pintu ya? Jika makanannya kurang enak atau kamu nggak suka, kamu bilang aja. Nanti biar aku cari makanan di warung.” “Iya mas.” “Jangan lupa minum vitaminnya.” “Baik mas.” “Ya sudah aku kembali ke dapur dulu. Kamu segera makan mumpung masih anget.” “Oke.” Eshan meninggalkan kamar Aqila dan berjalan kembali menuj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN