Author POV Akhirnya Eshan telah sampai dirumahnya. Ia segera memasuki rumah. Eshan mencari keberadaan Aqila. Ternyata Aqila sedang berada di ruang makan, dan ia sedang menyantap sarapannya seorang diri. “Aqila?” Panggil Eshan dan berjalan mendekati Aqila. “Mas Eshan? Udah pulang mas?” Ucap Aqila dengan santai menatap Eshan, lalu beralih ke makanannya kembali. “Aqila maafkan aku.” “Untuk apa mas?” “Untuk apa yang telah aku lakukan.” “Ahh, tidak papa. Mas Eshan sudah sarapan belum? Kalau belum mari sarapan. Aku juga sudah mempersiapkannya untuk mas Eshan.” .Eshan duduk disamping Aqila, namun posisinya menghadap ke arah Aqila. Eshan menarik nafas panjang sebelum ia menjelaskan yang terjadi kepada Aqila. Kali ini ia benar-benar merasa bersalah. Ia siap jika Aqila akan marah padanya.

