Aqila POV Keesokan harinya. Seperti biasa, aku bangun terlebih dahulu sebelum mas Eshan. Aku merasa kakiku sudah lebih membaik daripada kemarin. Untung saja hanya terkilir ringan dan segera diobati kemarin. Cukup teratur minum obat dari dokter dan istirahat, tidak melakukan aktifitas berat, insya Allah dalam waktu beberapa hari akan sembuh. Pagi ini aku masih menyiapkan sarapan untuk mas Eshan dengan kaki pincang. Mau bagaimana lagi, ini memang sudah tugasku. Lagipula hanya menyiapkan sarapan saja, pikirku tak papa. Setelah itu aku bisa istirahat kembali. Karena sekolah pun juga libur selama 2 hari, agar anak-anak bisa istirahat setelah wisata kemarin. Sesampainya di dapur dan hendak menyiapkan bumbu dan bahan-bahan yang akan aku masak, aku melihat sayur di panci yang aku siapkan untuk

