Kiara membuka matanya dengan perlahan ketika suara adzan subuh berkumandang. Merasakan pegal di seluruh tubuhnya, wanita itu sedikit merunduk untuk melihat Theo yang masih terlelap yang belada di atas tubuhnya. "Kak," panggilnya sembari menepuk pelan pipi Theo. "Bangun, kak. Udah pagi." "Eeunggh." Theo tidak bangun dari tidurnya, namun ia sedikit menurunkan tubuhnya membuat Kiara bisa bernapas lega. Menapakan kakinya ke lantai, hawa dingin mulai mengerubuni tubuhnya karena ia belum berpakaian. Saat berdiri, Kiara merasakan sakit dan nyeri yang parah di area selangkangannya. Ya, maklum lah pasangan baru. Dengan langkah pelannya, akhirnya Kiara bisa berjalan ke kamar mandi waraupun rasa nyeri masih mendominasi di area selangkangannya. Sebenarnya ia masih sangat m
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


