Evan mengajari putrinya untuk bermain ski di arena ski yang berada di dekat hotel. Tidak mudah memang, tubuh kecil itu beberapa kaki jatuh tenggelam di tumpukan salju. Namun ia terlihat bahagia dan bersemangat membuat Evan hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya melihat putrinya yang begitu aktif. Aliya bertepuk tangan dengan antusias ketika Evan memperlihatkan kemampuannya dalam bermain ski. Kakinya yang dibantu alat-alat ski itu terlihat begitu mudah meliuk-liuk dan berseluncur di salju. Evan sebenarnya tidak begitu serius mempelajarinya, tapi karena cukup sering melakukannya sejak kecil jadi bukan hal yang sulit lagi baginya. Padahal tadinya ia ingin sekalian memamerkan kemampuannya ini di hadapan Nia, tapi sayang sekali gadis itu tidak bisa ikut. "Capek?" Tanya Evan lembut melihat

