Evan yang tengah menemani putrinya malam ini menonton salah satu kartun kesukaannya perlahan sadar bahwa hanya dirinyalah yang mulai menikmat para hewah-hewan itu berbincang-bincang. Dari posisi menyamping seperti ini, Evan bisa melihat wajah putri cantiknya yang tidak terlihat begitu menikmati dan Evan menyadari bahwa ekspresinya ini tidak hanya ia tunjukkan sekarang namun sudah sejak tadi, ketika Evan datang untuk menjemputnya di rumah mantan ibu mertua Evan. "Aliya lagi kenapa Sayang?" Tanya Evan lembut. Tangannya yang tadinya hanya merangkul Aliya menjadi untuk beralih mengelus kepala bagian belakangnya. "Kenapa hmmm?" Tanya Evan sekali lagi. Aliya mengalihkan atensinya dari layar besar di hadapannya menghadap pada Evan ketika menyadari ayahnya itu tengan bicara dengannya. "Gak kena

