"Vine—" ucapan Lagaskar terhenti ketika dia merasakan Vinelia mengeratkan pelukan pada tubuhnya. Wanita itu bahkan menjadikan lengan Lagaskar sebagai bantal. Lagaskar terdiam cukup lama mengamati wajah Vinelia dalam jarak yang sangat dekat. Tidak ada yang berubah dengan Vinelia. Wajah Vinelia masih sama seperti pertama kali saat Lagaskar melihatnya di ruang kelas. Hanya saja, Lagaskar sangat bingung untuk memperlakukan Vinelia seperti apa. "Lagaskar." Suara serak itu membuat Lagaskar langsung memejamkan matanya. Dia merasakan Vinelia bergerak dalam pelukannya setelah itu Vinelia mencium pipinya. "Lagaskar, bangun. Bukannya kamu harus ke kantor hari ini?" tanya Vinelia. Lagaskar merasakan Vinelia mencium pipinya berulang kali. Ini bukan sesuatu yang asing untuk mereka karena Vinelia

