"Apa yang kau lakukan?" Kamari tersentak kaget. Gadis itu memutar tubuhnya menatap Kumalasari takut. "Membersihkan kamar, Nyonya," jawab Kamari. Dia menunduk. Ini untuk pertama kalinya Kamari berbicara langsung dengan Kumalasari. Entah kenapa dia mendadak takut. Kumalasari sangat menyeramkan. Wanita itu tidak memiliki simpati pada siapapun. Kumalasari menyeramkan. "Pergi!" seru Kumalasari. Wanita itu masih menatap Kamari tajam. Kamari mengepalkan kedua tangannya. "Aku akan menyelesaikan pekerjaanku terlebih dahulu," jawab Kamari memberanikan diri. Kumalasari menatap Kamari semakin tajam. "Siapa namamu?" tanya Kumalasari. "Kamari." Ekspresi wajah Kumalasari berubah namun itu tidak lama. Wanita itu berdehem. "Jangan pernah masuk ke dalam kamarku tanpa izin." "Baik, Nyonya." "Kau

