Seperti biasa suasana meja makan di Gold Land sangat dingin. Pagi ini tidak ada yang berbicara kecuali Kumalasari yang selalu memerintah Vinelia dengan sesuka hatinya. Vinelia sama sekali tidak protes dengan semua hal yang di perintahkan oleh Kumalasari. Vinelia selalu menurut. “Lagaskar, bagaimana keadaan perusahaan?” Prawira menatap Lagaskar. “Berjalan baik, tidak ada masalah,” jawab Lagaskar. “Aku dengar hacker menyerang sistem informasi penting perusahaan. Semua datanya tersebar ke publik. Lagaskar, kau masih yakin bisa memimpin Gold Land. Jika kinerjamu selalu buruk seperti ini. Sangat dikhaawatirkan Gold Land akan kembali ke titik awal. Tidak berdaya dan diambang kehancuran. Jika tidak mampu memimpin Gold Land lebih baik katakan saja,” ucap Kumlasari. Suasana meja makan yag sebel

