Bab 88

1195 Kata

Taraka mengikuti langkah Kamari. Langkah gadis itu cukup ragu namun dia berulang kali melirik ke arah Taraka. Kamari seolah memastikan keadaan Taraka. "Kamari, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Taraka. Kamari tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya. Taraka akhirnya memilih diam. Beberapa perawat menyapa Kamari . Taraka cukup heran namun dia memilih untuk tidak bertanya banyak pada Kamari. Entah apa yang sedang di pikiran oleh Kamari namun gadis itu terlihat sangat ragu. Taraka juga tidak tahu kenapa dia sangat nyaman berada di dekat gadis yang bekerja sebagai pelayanan di rumahnya. Taraka bahkan kerap kali merasa bahwa dia harus melindungi Kamari. Langkah Kamari berhenti di depan sebuah ruangan yang pintunya sedikit terbuka. "Aku sudah mengatakan jangan pernah muncul sebelum ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN