Vinelia mengerjap matanya sampai mata itu terbuka sempurna. Vinelia meringis pelan saat merasakan kepalanya sakit. Matanya menjelajah sekitarnya. Dia menghela napas lega saat tahu dia berada di dalam kamarnya. "Lagaskar, apa yang terjadi semalam?" tanya Vinelia. Lagaskar baru saja keluar dari ruang ganti mereka. Pria itu sudah rapi dengan setelan jas nya. "Seseorang mabuk seperti orang gila," jawab Lagaskar. Vinelia terdiam. Dia mencoba mengingat semua hal yang terjadi semalam. "Lagaskar b******k. Bossy. Tidak punya hati. Aku benci kamu, Lagaskar." Vinelia tersentak ketika kalimat itu muncul begitu saja di ingatannya. Dia menatap Lagaskar yang sedang menggunakan dasi dengan sangat takut. Vinelia sangat berharap apa yang melintas dalam ingatannya itu sama sekali tidak benar. "Lagas

