"Apa yang ingin kau bicarakan? Jika itu menyangkut film mu yang tidak berguna itu. Jangan membuang waktuku Taraka." "Ma." Taraka menatap Kumalasari penuh dengan permohonan, "aku yakin film nya akan berhasil jika aku memiliki modal yang cukup." Kumalasari menatap Taraka tajam. Rahang wanita itu mengetat, "Taraka lakukan sesuatu yang berguna. Jangan membuang waktu dan jangan membuang uang. Kau tidak bosan terlihat bodoh sepanjang hidupmu!" "Ma, menjadi sutradara adalah impianku. Aku melakukan apa yang aku inginkan." "Ya, kau selalu melakukan apa yang kau inginkan. Aku selalu mengatakan padamu, pergi ke Gold Land. Ambil semuanya dari Lagaskar. Kau lebih layak ada di sana Taraka!" Taraka menghela napasnya lelah. Pria itu terkekeh pelan. "Ma, biarkan aku melakukan apa yang aku inginkan."

